Belum lagi kesibukan orang tua yang menjadikan kurang efektifnya komunikasi antara orang tua dan anak sehingga seringkali penyampaian pesan dari orang tua kepada anak tidak sampai.
Ada yang harus dipahami oleh orang tua bahwa perilaku seorang anak belum tentu menggambarkan pelakunya yaitu si anak sendiri jadi harus dibedakan antara perilaku dan pelaku,perilaku yang buruk tidak selalu menggambarkan pelakunya juga buruk.
Yakinkan anak kita tentang citra positif yang dimilikinya, bahwa ia adalah anak yang baik jangan pernah memberikan penilaian negatif padanya contoh jangan dibiasakan memberikan kata-kata bodoh, pemalas, atau bebal karena itu akan menembus kedalam hatinya, dan lama-lama dia bisa membenarkannya, repot kan kalau sudah seperti itu.
Setengah menit pertama : tegur perilaku anak yang salah jangan pelakunya, sampaikan bahwa kita tidak suka dengan perilakunya jangan diulang-ulang cukup sekali saja kita mengucapkannya untuk mencegah kebosanan pada si anak
kemudian diamkan beberapa detik untuk menumbuhkan sikap tak enak si anak pada orang tuanya, menumbuhkan sikap bersalah pada si anak.
Setengan menit kedua : Hargai pelakunya, beri citra positif kepada anak bahwa mereka adalah anak yang baik, sampaikan dengan kata-kata sayang.
dengan teguran satu menit maka cukup singkat waktu yang kita butuhkan untuk memperbaiki kesalahannya tanpa harus memperpanjang permasalahannya.
selamat mencoba.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar