Selasa, 09 Februari 2010

Mengatasi kecemasan hidup

Tulisan ini terispirasi dari pemaparan seorang ustadzah yang saya cintai karena Allah, sangat inspiratif tentang bagaimana mengatasi kecemasan hidup.
Pernahkah anda merasakan cemas akan masa depan?tentang kehidupan kita,tentang keluarga kita,anak-anak kita,rizki kita..terutama mungkin bagi seorang istri dirumah yang menggantungkan perekonomian keluarga hanya dari penghasilan suami, apakah kelak jika suaminya tak ada lagi ia akan mampu mengatasi perekonomian keluarga..dan kecemasan-kecemasan lainnya.
Tahukah anda bahwa kecemasan itu muncul dari beberapa sebab:
  1. lemahnya keyakinan kepada Allah, lemahnya tawakkal kepada Allah...ketika keyakinan itu melemah maka kecemasan itu akan muncul,pada Allah lah Yang Maha Kaya,Yang mampu memberikan rizki pada siapapun,karena itu segeralah kembali pada Allah dan yakinlah akan pemeliharaanNya.
  2. Minimnya pengetahuan akan tujuan hidup.....kemanakah tujuan hidup kita, apakah hanya sekedar dunia tujuan kita, ataukah kita telah memahami akan adanya kampung akhirat sebagai muara hidup kita.
  3. Ketamakan terhadap dunia...tamak memang bukanlah sifat terpuji, sehingga ketika kita mendapatkan sesuatu maka kita merasa tak pernah cukup...naudzubillah
  4. Ada keyakinan bahwa rizki tergantung pada ijazah....bagi anda yang berkeyakinan seperti ini segaralah menyadarinya...ijazah hanyalah sarana untuk mendapatkan yang lebih baik..sedangkan rizki adalah dari Allah semata.

Ada hal-hal yng dapat kita lakukan untuk mengatas kecemasan hidup:
  • yakinlah akan pemeliharaan Allah...Allah menciptakan manusia dengan segala kelengkapannya...rizki,jodoh,hidup dan mati telah ditetapkannya.
  • Memperkuat tawakkal kepada Allah....sesungguhnya bersandar pada sebab itu adalah syirik
  • Optimis akan masa depan...nah ini adalah penting..positif thinking
  • Kuatkan orientasi hidup untuk akhirat
  • menerima apa adanya...qonaah, tentunya jangan tamak.

Nah itulah mudah-mudahan dapat mengurangi kecemasan yang ada..yakinlah...yakinlah, Allah akan menurunkan rizkinya kepada kita ketika kita istiqomah dan iltizam, taubat dan istighfar (QS 11;3)(QS 71;10-12), ketika kita bersilaturahim, dan ketika kita berinfak..tanpa kita bekerja secara kasat mata menghasilkan uang bukan???