Minggu, 25 Januari 2009

BUAH KESABARAN

Seorang kakek yang memiliki ilmu yang sangat luas, diundang untuk mengisi sebuah seminar besar yang dihadiri oleh ribuan orang.

Ketika ia dipersilakan untuk memulai acara, sang kakek mengambil dua buah batu dan memukulkan keduanya sehingga terdengar suara tok......tok......tok. Hal itu ia lakukan selama kurang lebih satu jam.Para pendengar disekitarnya mulai gerah dan sebagian dari mereka keluar dari ruangan tersebut.

Sang kakek meneruskan aktivitasnya ia pukul-pukulkan lagi kedua batunya sehingga terdengar bunyi tok.....tok......tok.....Hal itu ia lakukan kurang lebih satu jam hingga pendengar yang tersisa separuh itupun gerah dengan ulah si kakek, sebagian dari mereka keluar dari ruangan hingga tersisa hanya beberapa orang saja. Sang kakek masih melakukan aksinya hingga beberapa jam berlangsung terpecahlah kedua batu itu.

Ketika terpecah, keluarlah dari kedua batu itu berlian yang berkilauan dan membuat takjub para peserta yang tersisa.

Itulah arti sebuah kesabaran. Bahwa kebaikan dan kemenangan akan diperoleh melalui perjuangan yang menuntut kesabaran. Anda akan kalah jika anda tidak memiliki kesabaran.

Dakwah ini jalan panjang
penuh onak dan rintangan
namun jua kau lalui
tuk Ilahi....... (Izzatul islam)

Sabtu, 24 Januari 2009

MENGAPA harus ada kisah PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

Perempuan Berkalung Sorban.......sebuah tayangan layar lebar yang baru saja hadir di tengah-tengah masyarakat, yang dapat disaksikan oleh semua orang yang ingin menyaksikannya.
Sebuah film yang bercerita tentang seorang wanita yang ingin mengubah sebuah sistem, sebuah nilai tentang wanita. Dialah Annisa yang diperankan oleh Revalina S. Temat seorang perempuan anak seorang kyai dengan latar belakang pondok pesantren yang ingin membuktikan bahwa wanita juga punya hak, punya kemampuan untuk bisa berkembang, untuk bisa berprestasi di masyarakat, serta mampu menggapai cita-cita yang tinggi.

Yang ingin saya tanyakan adalah mengapa harus ada kisah Perempuan Berkalung Sorban? dan mengapakah harus berlatar belakang pondok pesantren yang seolah-olah itu adalah bagian dari nilai islam?apakah memang masih ada nilai yang berkembang tentang perempuan yang mempunyai kedudukan yang lebih rendah dari laki-laki?

Jika kita telisik lebih jauh sejarah 1430 tahun silam tentang kehidupan seorang manusia agung, manusia pilihan, guru dari seluruh umat manusia Rasulullah SAW, tentang bagaimana pelajaran yang Beliau ajarkan tentang wanita................
Rasulullah mengajarkan kepada seluruh umat manusia tentang kedudukan seorang wanita yang amat tinggi, bahkan tak jarang beliau membawa serta para wanita untuk ikut dalam peperangan, untuk ikut memikirkan kebijakan dalam mengambil sebuah keputusan.

Ingatkah kita tentang kisah Asma Binti Abu Bakar yang memiliki peranan penting dalam hijrah rasulullah SAW, Asma ra dalam keadaan hamil besar harus naik turun menyusuri bukit demi mendukung hijrahnya Rasulullah...apakah itu tidak memberikan pelajaran bagi kita?
Ingatkah kita tentang kisah khadijah Ummul mu'minin yang merupakan seorang saudagar kaya serta wanita cerdas di zamannya yang mampu membesarkan hati Rasulullah ketika pertama kali Beliau menerima Wahyu Allah melalui malaikat jibril, tidak cukupkah itu menjadikan pelajaran yang berati bagi kita.

Ingatkah kita pada kisah Ummu Salamah istri Rasulullah SAW yang memiliki peran dalam perjanjian Hudaibiyah antara Kaum muslim dengan kaum musyrikin Quarisy betapa kecerdasannya mampu memberikan kontribusi bagi umat muslim saat itu...
Dan ingatkah kita tentang kisah wanita-wanita muslim saat itu yang ikut berperang bersama Rasulullah....Aisyah ummul mu'minin yang sangat cerdas yang mampu meriwayatkan banyak hadist melaluinya.

Apakah masih dapat dikatakan bahwa wanita itu lemah?bahwa wanita memiliki kedudukan lebih rendah?wanita tak mampu berkiprah?
Namun yang harus dipahami bersama, disepakati bersama adalah bahwa wanita memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah, bahkan SURGA ADA DI TELAPAK KAKI IBU. dan wanita pula yang harus menjaga kemuliaan tersebut. Serta harus dipahami bahwa wanita memiliki kodrat yang tidak dimiliki oleh laki-laki tanpa harus merendahkan wanita dihadapan laki-laki. Bukankah mengandung hanya bisa terjadi pada wanita dan apakah itu sebuah kerendahan?tentu bukan bahkan itu adalah jalan surga bagi seorang wanita. apakah menjadi istri, menjadi ibu adalah sebuah kerandahan? itu adalah kedudukan yang teramat mulia.

Mari kita pandang kedudukan seorang wanita maupun laki-laki secara proporsional, untuk saling memuliakan diantara keduanya karena sesungguhnya seorang laki-laki tak akan mampu hidup TANPA SEORANG WANITA.

Kamis, 01 Januari 2009

BELAJAR, BELAJAR, DAN BELAJAR

Tak pernah berhenti belajar......
Di rumah belajar.....dimanapun belajar....

Tak ada habisnya dalam belajar karena pasti selalu ada yang baru yang harus kita pelajari dalam hidup ini meski melalui aktivitas rutin sekalipun selalu ada yang baru..
seperti blog ini yang juga baru yang dijadikan ajang belajar bagi si pemiliknya. dan inipun dunia yang baru bagi saya yang juga baru mengenal blog....bullet ya, namanya juga baru ya memang baru belajar.
salam kenal dan selamat belajar untuk semua. ingat........
JANGAN PERNAH BERHENTI BELAJAR.